3

Oleh-Oleh Ranah Minang (1)

Traveling adalah salah satu hobiku karena dengannya aku dapat mengetahui dunia atau keadaan tempat yang lain meliputi keadaan geografisnya, masyarakatnya, dan sebagainya. Selain itu aku dapat melihat dunia baru, tidak terbatas hanya tempat yang itu-itu saja. Dan ini pun berguna sebagai refreshing.
Selain itu, aku ingin pergi ke tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi karena rasa ingin tahu aku terhadap tempat itu. Oleh karena itu, saat aku diajak oleh ibu ke sumatra barat, dan kalau tidak salah aku belum pernah ke sana. Karena itu aku mengiyakannya.
Dan Beginilah perjalanannya (wew) : ..

Aku dan ibuku berangkat dengan menggunakan pesawat pada pagi hari dari Kota Jakarta ke Kota Padang menempuh waktu sekitar 1,5 jam. Alhamdulillah setibanya disana, cuaca begitu cerah. Kemudian aku dan ibuku menuju Kota Payakumbuh karena ibuku ada urusan disana. Kami pergi ke sana dengan menggunakan angkutan mobil APV. Sebagai info, disana itu angkutan antar daerahnya didominasi oleh mobil APV, Avanza, Kijang. Malah katanya ada lho yang BMW juga. (Beudeuh. ajib dah..) Jadi, jangan heran juga disana banyak mobil itu. (Hampir sama fungsinya dengan angkutan Colt L300 di Bogor yang mau ke Sukabumi atau Cianjur).

Saat diperjalanan, pemandangan disana begitu indah. (kaya lagu.hehe)
Terlihat persawahan yang hijau dan di sekitarnya ada kumpulan bukit-bukit mulai dari yang besar hingga yang tinggi. Mobil angkutanku jalannya ngebut. Maen lahap aja susul-susulan dengan bis, truk, dan mobil lainnya. Ya begitulah disana karena jalannya juga bagus, kendaraan berjalan dengan cepat walaupun jalan lebarnya itu tidak begitu luas. Dan diperjalanan saat melewati lembah anai, terlihat air terjun di tepi jalan. (waw). Dan saat melewati kota-kota disana pasti banyak rumah yang atapnya runcing-runcing. (haha. yaiyalah, kan landmark disana rumah gadang)..

Kami menginap sehari di Kota Payakumbuh. Setelah itu, pergi ke Kota Bukittinggi. Disana aku mengunjungi Jam Gadang yang terkenal itu. Kemudian aku melihat Ngarai Sihanouk. Ngarai Sihanouk ini adalah sebuah Canyon, dibawahnya terlihat sungai kecil mengalir dan dikejauhan tampak Gunung Singgalang. Setelah melihat Ngarai Sihanouk itu, tak jauh dari sana ada Gua Jepang. Aku masuk ke dalam sana. Terasa dingin. Banyak ruangan yang ada didalam Gua atau Lubang Jepang itu. Dan waw. Bagaimana bisa ya orang-orang zaman dahulu membuat lorong seperti itu ? ...


Ngarai Sihanouk







Lubang Jepang




Setelah melihat-lihat Kota Bukittinggi, aku dan ibuku langsung pergi ke Kota Padang. Di sana aku hanya istirahat semalam. Besoknya aku pergi lagi ke Kota Pariaman tepatnya di daerah Sungai Limau. Sesampai disana niatku langsung pergi ke pantai karena memang dekat, sekitar 20 -50 meter. Tetapi, tidak jadi karena kami langsung pergi ke Danau Maninjau..

Untuk pergi ke Danau Maninjau, kami menggunakan bus dan oplet. Sesampai disana hanya satu kata yang menggambarkanku. Takjub. (cangak juga sih. haha).
Aku benar-benar merasakan pemandangan yang Subhanallah indah banget. Bukannya lebay atau gimana, pokonya susah deh kalo diceritain pake kata-kata juga. Terlihat danau yang begitu luas sekali dipenggirnya terlihat juga sawah yang menghijau dan disekitar Danau dan sawah itu dikelilingi bukit. Waaw. Aku juga beruntung karena saat itu langit banyak awan dan sedikit mendung tetapi cahaya matahari ceraah banget.
Cuaca cerah dan sedikit mendung seperti itu jarang terjadi disana. mmhhh.. ^^
Aku langsung mengambil HP ku untuk memfoto keadaan alam disana. Beberapa fotonya :

Danau Maninjau





















Sayangnya aku tidak menelusuri jalan lagi. Jika aku telusuri, akan ada kelok 44 yang disana kita dapat melihat Danau Maninjau dan segala yang ada disekitarnya dengan jelas. wuiihhh...
Walaupun begitu, aku benar-benar sangat kagum dengan pemandangan alam disana. ^^

1

Satu Perbedaan, Seribu makna

Saat itu pada hari sabtu ada dua acara yang mungkin bisa dibilang cukup Besar di Bogor. Dua acara yang terlihat jelas perbedaannya akan tetapi lokasinya berdekatan. Acara-acara itu adalah Festival Kebudayaan Daerah Sunda yang acaranya terletak di Kemuning Gading dan Bonenkai Japan Festival. Saat itu aku memang berencana pergi ke dua acara itu supaya aku mendapat suatu pelajaran dari acara tersebut.

Saat pulang sekolah aku pergi kesana bersama Gary, Christian, Siska, dan Esfi. Saat kami tiba dilokasi, kami bertemu Riri, Dini, dan Nita. Dalam gedung yang cukup besar, terasa panas sekali. Gerah. Yang ingin aku lakukan adalah pergi keluar sebentar, ya mungkin untuk mencari angin. Akan aku juga ingi melihat pertunjukkan sampai habis (penasaran). Aku dan yang lainnya melihat pertunjukkan tari. Saat itu aku melihat peserta tari yang ke 8. Setelah pertunjukkan tari peserta itu selesai aku dan yang lainnya membeli es krim sekedar untuk iseng-iseng. Dan terlihat diluar gedung ternyata sudah hujan deras.
Saat aku kembali dengan potongan es yang telah habis dimakan, aku melanjutkan menonton pertunjukkan peserta yang lainya. Dan tidak lupa juga aku memfoto pertunjukkan itu. hehe

Dan tiba saat peserta terakhir, aku maju kedepan untuk melihat lebih dekat. Ternyata itu adalah Sanggar Tari Obor Sakti dan terlihat juga Pa Odoy memegang sebuah alat musik. Pertunjukkan pun dimulai..
mmhh..
Menurut aku musik pengiringnya berbeda dengan musik pengiring tari dari peserta lain. Terdengar bass yang mendominasi dipadu dengan gitar dan tetabuhan yang harmonis (ini menurutku. hehe) Pertunjukkan tari juga tidak kalah bagus dengan peserta yang lain. Dalam pertunjukkan itu terlihat satu orang lelaki dan beberapa perempuan yang menari.
Setelah pertunjukkan aku simpulkan bahwa pertunjukkan dari peserta-peserta tari yang telah aku lihat ternyata berbeda dengan pandanganku sebelumnya. Semua tari memiliki tema yang sederhana akan tetapi mengandung pesan yang besar kepada penonton. Dan perpaduan unsur-unsur yang terkandung membuat penonton kagum. Selama ini kita hanya melihat suatu tari dari penampilan fisik saja. Seharusnya kita dapat mengambil pesan dari suatu pertunjukkan.

Saat keluar gedung ternyata kami bertemu Pa Odoy. Dan Pa Odoy langsung menanyakan pendapat kita tentang pertunjukkan tadi. Selain itu Pa Odoy memanggil seorang turis mancanegara untuk kita wawancarai. (Wah. Dadakan banget.) Turis itu memakai baju yang juga sama dipakai oleh personil Sanggar Seni Obor Sakti.
Awalnya kami bingung ingin bertanya apa, percakapan pun muncul..
Kami menanyakan beberapa pertanyaan. (Ya tentang seni.hehe)
Saat percakapan kami banyak mengeluarkan kata seperti thats right, ohh, thats cool. haha
Karena kami juga belum lancar berbahasa Inggris.
Bule itu kemudian berkata dengan logatnya"Don't be shy, jangan malu". (Siapa yang malu pa, kita bingung mau nanya apa. Nanti kalo kita pake Bahasa Indonesia atau Bahasa Sunda kaga ngarti lagi. haha)
Turis itu bernama Ferdinand, dya berasal dari Italy. Di Indonesia udah 1 tahun. Katanya dia sangat menyukai Indonesia dan betah disini. Wew. Baguslah ^^


Chris, Atul, Ferdinand, Pa Odoy, Rj


Pa Oody, Orang Papua Nugini, Rj, Chris, Atul, Ferdinand, Nita, Orang Bule, Orang Filipina, Orang Bule

Aku penasaran dengan budaya Jepang. Dan jujur aku juga ingin ke Jepang. Aku penasaran dengan dunia luar. Aku ingin melihat alamnya, budaya aslinya, teknologinya. Aku ingin mempelajari teknologi disana yang kemudian nanti bisa aku gunakan di Indonesia. Dan aku berniat untuk melihat Bonenkai Japan Festival supaya aku tahu bagaimana Budaya Jepang itu.

Setelah tiba disana, rame banget. Kami bingung mau kemana. haha
Ternyata disana hanya ada budaya Jepang model harajuku gtuu.. Budaya Jepang yang asli sepertinya tidak ditampilkan.
Disana kami melihat banyak souvenir-souvenir yang dijual. (Ga tau itu asli apa ga. Aku ngerasa ada souvenir yang sering dijual di Glodok, tapi mngkin itu prasaan doang).
Sesak dan ga tau mau kemana. Itulah perasaan kami saat itu.
Kemudian kami masuk ke sebuah ruangan. Terlihat ada band yang sedang menyanyi. (Mirip banget Kangen Band.haha)
Di sana kami melihat orang-orang memakai pakaian-pakaian bergaya Jepang. Rambutnya pun sama. Orang-orang itu ternyata orang Indonesia semua. Mereka berdandan dan bergaya seperti tokoh-tokoh di komik Jepang.
Menurut aku mereka terlihat aneh dengan itu. Kayanya ga pantes. Kalo orang Jepangnya sendiri yang pakai ya pantas. Tapi orang Indonesia mungkin tidak cocok.

Budaya asli Jepang khususnya yang aku tahu itu perempuan yang memakai kimono, dan sebagainya. Menurutku, Budaya Jepang yang kita kenal sekarang adalah perpaduan antara budaya barat dan budaya Jepang itu sendiri. Orang-orang indonesia itu rela memakai baju-baju bergaya Jepang (modern dan ga asli) walaupun disana berdesak-desakan. Mereka senang dan bangga terhadap apa yang mereka pakai dan apa yang mereka lihat. Mereka sepertinya rela melakukan apa saja hanya untuk melihat dan membanggakan itu semua.

Tapi Bagaimana Dengan Kebudayaan Sendiri ?

Sangat Memprihatinkan. Disaat banyak orang asing yang datang ke Indonesia untuk mempelajari budaya Indonesia, kita malah berleha-leha dengan kebudayaan yang bukan asli milik kita. Sepertinya pemuda pemudi zaman sekarang mulai terkikis rasa nasionalismenya..
Mereka tidak memperdulikan sedang atau tinggal dimana mereka saat ini.
Dimana mereka dibesarkan.
Dimana mereka hidup dan bersosialisasi dengan banyak orang.

Ya bolehlah kalian kecewa dengan Indonesia sekarang yang mungkin banyak terdengar kata-kata Korupsi, Teroris, Ga bisa Maju, Krismon..
Tapi apakah kita diam saja ? Apakah kita hanya menonton dan hanya mengkhayal ingin Indonesia menjadi negara maju ?
Tentu saja tidak. Hai semua generasi penerus..
Masa Depan ada ditangan kita. Kita bisa untuk merubah bangsa ini menjadi lebih baik.
Dan akhirnya para pahlawan yang ada disurga tersenyum bangga dengan kita..
Dunia melihat kita sebagai bangsa yang berwibawa, terpelajar. Kita pasti bisa.
Asalkan kita memiliki niat yang kuat dan kemampuan untuk berubah menjadi lebih baik.
Tumbuhkan dahulu rasa nasionalismemu. Dimulai dari kesadaran diri masing-masing..
0

Sekretariat, Satu Untuk Semua

Pada hari ini aku melakukan pembersihan sekret dengan anggota-anggota KIR. Melihat dari keadaan sekretariat yang berantakan dan berbau aneh kami harus bertindak cepat untuk membuat sekret 'segar' kembali. Saat itu yang ikut kebanyakan anggota kelas X, yang lain berhalangan hadir karena ada praktikum. Mereka yang ikut dalam pembersihan sekret adalah Nur adhi, Agung, Adiguna, Angga (katanya dipanggil asu), Annas, Riza, Gita, Ririe, Asha, dan yang lainnya.

Pertama aku masih terganggu dengan bau didalam sekret. (haha. terganggu. padahal mah ga kuat masuk ke sana).
Kemudian aku dan Adigun mencari apa yang menjadi sumber bau itu. Agung dan yang lain membuang air yang dalam ember bekas daur ulang itu serta mempersiapkan alat-alat seperti pel, sapu, ember.
Didalam sekret kami juga mencari apa masih ada anak kucing dalam sekret. Kami geledah dibawah lemari dengan senter ternyata tidak ada. Yang kami dapatkan itu malah kotoran kucing. huuu. baunyaa sedaap.

Tiba-tiba hujan turun..
Kami berusaha untuk mengungsikan barang-barang ke sekret DKM dan OSIS. numpang dulu. hehe
Eh, kemudian ujan berhenti. Waduhh. Padahal uda cepet-cepet. haha

Lalu Gita mencoba untuk membuang kotoran itu. Beberapa menit kemudian ia berhasil membuang kotoran yang telah keras itu walau hanya menggunakan tisu. (Weks). Walau telah dibuang ternyata sekret masih berbau aneh dan kemudian kami menyemprotkan parfum (dikasih dania) supaya saat mengepel tidak terlalu bau. Ririe dan asha mengepel sekret itu dengan menggunakan karbol pembersih lantai yang kemasannya bergambar pohon cemara. haha. Proses pengepelan itu disaksikan alumni yaitu teh arum dan seorangnya temannya.

Setelah itu Gita, Agung, Asha pulang duluan
Kemudian hujan turun dengan derasnya..
Kami yang tersisa pun berdiam diri di masjid dengan melakukan belajar fisika bersama. Aku sendiri membaca buku adhi yang bertemakan "Cinta" gtu.
Membaca buku itu saat hujan turun rasanya begitu berbeda..

Dan saat hujan reda, yang tersisa ada 5 orang pemuda disana (ceiile) yaitu Nur adhi, Adiguna, Asu, Annas, and me. hehe. Kami kemudian merapikan seluruh barang ke sekret kir kembali. Dan kami pun menempelkan LAMBANG KIR LAMPU PIJAR didinding. Yang manjat lemari itu si Asu. Pas manjat si bisa tapi pas turun bingung dan kemudian dia lompat. haha.

Terakhir kita mengunci pintu sekret dengan sepotong tali rafia. Terima Kasih banyak kepada kalian yang telah ikut membersihkan sekret.. ^^
Lega rasanya melihat sekret yang ga terlalu sumpek seperti yang sebelumnya..
Mudah-mudahan Sekretariat dapat menjadi tempat yang berguna dan merupakan magnet untuk dapat menambah sosialisasi dan komunikasi bagi seluruh siswa siswi SMANSA khususnya anggota KIR..

 
Copyright © feel it? love it